iklan

ALT/TEXT GAMBAR ALT/TEXT GAMBAR ALT/TEXT GAMBAR ALT/TEXT GAMBAR

Sunday, 15 December 2013

cerpen Tugas Bahasa Indonesia

 PERJUANGAN MENGAPAI CITA-CITA


        Dia bernama Sholeh dia anaknya rajin dan pintar, akan tetapi dia seorang anak yang lahir dari keluarga kurang mampu. Bapaknya seorang Petani dan Ibunya seorang Buruh Cuci. Dan hasil usaha Bapak dan Ibunya itu setiap hari setiap bulanya tidak menentu, kadang cukup bahkan tidak cukup untuk makan sehari hari. Dia bercita-cita ingin menjadi Guru. Akan tetapi itu adalah impian yang sangat susah untuk dicapai. Sholeh waktu itu dia duduk di kelas 6 SD. dan mau meneruskan ke SMP.
Hingga suatu hari ibunya bertanya :
 "Nak apakah kamu ingin meneruskan Sekolah ?"
"Terserah ibu saja, aku inginnya sekolah, tapi keadaan keluarga kita kurang mampu. Apa sanggup untuk biaya aku melanjutkan sekolah?"
"Iya, memang begitu, tapi demi kamu dan cita-citamu, masalah biaya jangan dipikirkan."
Dan akhirnya Sholeh pun melanjutkan sekolah ke SMP dengan biaya yang di ada-ada. Hingga suatu hari karena Sholeh seorang anak yang pintar dia mendapat behasiswa selama dia sekolah di SMP sampai tuntas.
Dia pun ingin segera pulang dan ingin segera memberitahukan berita baik ini kepada ibunya.
Sesampainya di rumah dia langsung memberi tahu ibunya :
"Bu saya dapat behasiswa"
"Iya, Syukur Alhamdulillah, Ibu juga bilang apa dari dulu masalah biaya jangan di pikirkan."
"Iya Bu"
"Sekarang tinggal bener-bener dan sumgguh-sungguh belajar untuk mencapai cita-citamu."
"Iya Bu, mudah-mudahan tercapai."
"Amin."
Diceritakan akhirnya dia lulus dari SMP dengan hasil yang memuaskan. Selanjutnya tantangan lagi bagi Sholeh untuk melanjutkan lagi sekolahnya ke SMA/SMK.
Suatu hari Ibunya bertanya :
"Sudah sanah lanjutkan sekolahmu ke jenjang yang lebih tinggi, masalah biaya jangan dipikirkan."
"Iya bu, Saya ingin melanjutkan sekolah."
Dia pun akhinya melanjutkan sekolah ke SMK.Akan tetapi dia sekolah di SMK, tidak seperti di SMP. yang dulu SMP dapat behasiswa, sekarang di SMK tidak dapat behasiswa, mungkin karena banyak saingan.
sekarang di SMK sholeh banyak mendapat rintangan, seperti telat bayar SPP dan masalah keuangan lainnya.
dia pun sering di peringati guru karena telat membayar SPP.
Dan di suatu hari dia pernah di panggil ke kantor, dan salah satu gurunya bertanya :
"Kenapa kamu selalu telat bayar SPP?"
"Maaf Pak, saya anak dari keluarga kurang mampu."
"ohh .. kalau begitu bapak beri waktu satu minggu untuk membayar SPP."
"Iya pak, terimakasih".
Sholeh mulai berputus asa untuk terus melanjutkan sekolah, dia pernah sampai mencari botol bekas air mineral untuk di jual demi membayar SPP. Dia juga pernah berpikir untuk berhenti sekolah. Tetapi karena dukungan kedua orang tuanya untuk tetap sekolah dan semangat untuk meraih cita-citanya untuk menjadi guru, akhirnya sholeh tetap semangat sekolah.
Tetapi Sholeh di sekolahnya banyak yang menjauhinya dan menjailinya karena kemiskinanya.
hingga suatu hari Sholeh pernah di jaili oleh temanya yang bernama Rizal. Sholeh di fitnah oleh si Rizal dengan menaruh hp Ibu Guru ke tasnya Sholeh, sehingga dia disangka mencuri hp ibu guru itu.
Tetapi ada satu anak temannya sholeh yang baik hati menolong Sholeh. Sehingga Sholeh tidak di sanggaka mencuri. Akhirnya semua gurupun mengetahui siapa yang menjaili Sholeh, yaitu Si Rizal.
Tetapi Sholeh tidak pernah merasa benci kepada Rizal. Karena Sholeh anaknya tidak pemarah dan selalu sabar . Dia tidak pernah membenci orang, meskipun orang itu selalu jahat kepada Sholeh.
Diceritakan Sholeh lulus dari SMK dengan hasil yang memuaskan juga. Dan dia mendapat behasiswa untuk melanjutkan ke perguruan tinggi sampai tuntas menjadi sarjana.
Akhirnya Sholeh pun melanjutkan Sekolahnya ke jenjang yang lebih tinggi.
Ibunya pun memberi semangat :
"Sana belajar dengan sungguh-sungguh dan rajin, demi mencapai cita-citamu itu."
"Iya Bu, Saya akan buktikan bahwa saya bisa".
"Iya, Ibu doakan."
Sholeh pun Kuliah dengan penuh semangat demi menggapai cita-citanya, di saat kuliahnya dia sangat rajin dan selalu mendapat prestasi.
Hingga suatu hari salah satu dosennya berkata kepada Sholeh :
"Kamu memang anak pintar dan mempunyai semangat yang kuat!!! .... "
"Iya Pak, makasih. Saya memang bersemangat demi cita-cita saya pak, meski itu sebuah mimpi yang tinggi, tapi saya percaya akan bisa meraih cita-cita itu, dan meskipun saya juga berasal dari keluarga kurang mampu."
"Iya Sholeh, Bapak dukung cita-citamu itu."
"Iya Pak, mudah-mudahan tercapai."
"Iya, Bapak juga doakan." kata dosen itu .
Akhirnya diceritakan Sholeh pun lulus dari perguruan tinggi dengan gelar sarjana. Dan diangkat langsung menjadi guru.
Sholeh pun bersyukur atas semua perjuanganya selama ini :
"Alhamdulillah akhirnya tercapai juga cita-citaku, Terimakasih Ya Allah."
Ibunya pun juga berkata :
"Alhamdulillah ya nak, akhirnya cita-citamu tercapai."
"Iya bu, ini semua berkat doa, dukungan, dan perjuangan ibu dan bapak untuk menyekolah saya sampai seperti ini, walaupun banyak sekali rintangannya."
"Iya, itu juga semua berkat semangat dan kegigihan kamu nak."
Akhirnya Sholeh hidup dengan bahagia dan menjadi Guru teladan dan baik hingga sekarang.

Jadi setinggi apapun cita-citamu, asalkan dengan modal kemamuan yang tinggi, semangat yang tingggi dan percanya. Meskipun banyak rintangan, pasti akan tercapai.

"GANTUNGKANLAH CITA-CITAMU SETINGGI LANGIT

0 comments:

Post a Comment